Selasa, 10 Mei 2016

Perubahan Benda di Sekitar Kita

Benda-benda di sekitar kita dapat mengalami perubahan. Jenis perubahan itu berupa pelapukan, berkarat atau membusuk. Begitu banyak materi yang berubah, misalnya perubahan air yang dipanaskan sampai mendidih maka air berubah menjadi uap, kemudian pembakaran kayu akan menghasilkan asap dan menyisakan abu. Perubahan pada benda tersebut disebabkan oleh berbagai faktor misalnya suhu. Perubahan pada benda juga dapat merugikan dan menguntungkan.
A. Jenis Perubahan Benda Perubahan materi dapat digolongkan menjadi perubahan fisika dan perubahan kimia. Apa saja materi mengalami perubahan fisika? Apa pula materi yang mengalami perubahan kimia?

1. Perubahan Fisika, yaitu perubahan yang bersifat sementara dan dapat kembali ke wujud semula. Contoh: es menjadi air dan sebaliknya. Selain itu, ada pula larutan garam yang berasa asin. Ketika larutan garam dipanaskan sampai semua air rasanya tetap asin. 
a. Perubahan Wujud 
Setiap materi yang berunah wujud karena pengaruh pemanasan akan mempunyai sifat yang sama. Materi tersebut juga dapat dikembalikan ke sifat yang sama. Materi tersebut juga dapat dikembalikan ke sifatnya semula. Contoh perubahan fisika karena perubahan wujud adalah pelelehan, peleburan, pencairan, penguapan, pengembunan, pembekuan, penyubliman.

 Beberapa perubahan fisika dalam kehidupan sehari-hari
Sumber : Yusa, dkk. 2006 hal 134

b. Pelarutan 
Seperti yang telah diulas sedikit di atas, sifat gula yang dilarutkan dalam air seperti rasa manis tetap nampak. jika larutan gula diuapkan, akan diperoleh kembali gula dengan sifat manis yang sama. Proses pembuatan sirup, cuka, dan alkohol 70% merupakan contoh perubahan fisika.

c. Perubahan Bentuk 
Perubahan materi dari kayu menjadi kursi termasuk perubahan fisika. Hal ini karena kayu hanya berubah bentuknya saja. Adapun sifatnya tidak berubah. Sifat kursi atau meja sama dengan kayu. Begitupun dengan perubahan kayu gelondongan menjadi kayu lembaran, batang bambu menjadi angklung, kertas menjadi kapal-kapalan dan kain menjadi pakaian.

Perubahan kayu menjadi benda-benda dibawah ini termasuk perubahan fisika
Sumber : Yusa, dkk. 2006 hal 134

2. Perubahan Kimia, yaitu perubahan yang bersifat tetap atau tidak dapat kembali ke wujud semula. Contoh: besi berkarat, makanan membusuk. Berikut adalah proses yang termasuk dalam perubahan kimia.

a. Pelapukan
Pelapukan adalah peristiwa perubahan bentuk dan sifat benda karena beberapa faktor. Pelapukan merupakan proses yang berhubungan dengan penghancuran bahan. Benda yang umumnya mengalami pelapukan adalah kayu. Hal itu dapat disebabkan oleh organisme (makhluk hidup) maupun anorganisme (benda mati). Waktu yang diperlukan untuk proses pelapukan itu sangat lama. Pelapukan dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu pelapukan mekanik dan pelapukan biologis. Pelapukan biologis disebabkan oleh aktivitas organisme, seperti jamur dan jasad renik lainnya. Contohnya, kayu yang tadinya keras, lama-kelamaan akan hancur dimakan rayap. Untuk menghindarinya, kayu tersebut harus dicat terlebih dahulu. Pelapukan mekanik terjadi akibat suhu, tekanan, angin, dan air. Pelapukan mekanik dapat berlangsung lama atau sebentar. Contohnya, batuan yang ketika dipegang dan ditekan sedikit akan hancur. Batuan tersebut sudah mengalami proses pelapukan yang sangat lama akibat terkena air, perubahan, suhu, dan tekanan.

b. Berkarat 
Logam juga dapat mengalami perubahan. Saat masih baru, benda-benda dari logam tampak padat dan berkilau, tapi jika tak dirawat, benda dari logam akan berkarat. Logam yang berkarat menjadi keropos, tak lagi berkilau, warnanya berubah kusam dan kehilangan fungsi. Contohnya pisau dan gunting yang berkarat akan menjadi tumpul.

Peristiwa besi berkarat termasuk perubahan kimia yang berlangsung sangat lambat.
Sumber : Yusa, dkk. 2006 hal 135


c. Pembusukan
Pembusukan makanan disebabkan oleh bakteri yang masuk melalui udara atau air. Ini terjadi jika makanan dibiarkan berinteraksi dengan udara atau air dalam waktu yang lama. Untuk mencegahnya, yakni membuat bakteri tidak dapat tumbuh atau mati, dapat dilakukan dengan cara pengeringan, pengasinan, pemanisan, pemanasan, pemberian bahan pengawet atau pembekuan.

Proses roti yang membusuk ini, dipengaruhi oleh kelembapan.
Sumber : Yusa, dkk. 2006 hal 136

Perbedaan perubahan fisika dan kimia


No
Perubahan Fisika
Perubahan Kimia
1
Perubahan hanya terjadi pada bentuk zat
Terjadi perubahan susunan molekul
2
Terbentuk zat dengan sifat  yang sama dengan sifat penyusunnya.
Terbentuk zat baru dengan sifat zat yang berbeda dengan sifat penyusunnya.
3
Perubahan zat bersifat dapat kembali ke bentuk semula
Perubahan zat bersifat tidak dapat kembali ke bentuk semula

Contoh perubahan materi

No
Perubahan fisika
Perubahan kimia
1
Beras diubah jadi tepung beras
Singkong jadi tape
2
Kayu diubah jadi kursi
Pembakaran kayu
3
Gula dilarutkan dalam air
Makanan jadi basi
4
Bola lampu listrik menyala
Besi berkarat
5
Air jadi es
Susu jadi keju

Untuk dapat memahami mengenai materi perubahan benda dan contoh dari perubahan fisika serta perubahan kimia, dapat kalian simak video berikut ini



Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=xPDIR-HyEic


Selanjutnya, untuk mempermudah pemahaman anda dapat melihat materi dalam bentuk presentasi.


Untuk menambah pemahaman anda dalam mempelajari materi perubahan benda, anda dapat mendownload soal latihan disini.

Sumber :
Saripudin, Aip. 2007. Get Smart Ilmu Pengetahuan Alam. Bandung: Grafindo Media Pratama. Tim Sains Quadra. 2007. Ilmu Pengetahuan Alam IPA. Yogyakarta: Yudhistira.
Tim Guru Indonesia. 2015. Super Lengkap Pelajaran SMP/MTs. Jakarta: Bintang Wahyu. Prasodjo, Budi, dkk. 2007. IPA 1A. Yogyakarta: Yudhistira.
Yusa, dkk. 2006. Ilmu Pengetahuan Alam (Fisika, Biologi, Kimia). Bandung: Grafindo Media          Pratama.

Setelah memahami materi mengenai Perubahan Benda di Sekitar, Anda dapat mengerjakan soal-soal secara online menggunakan Quzstar. Cara menggunakan quizstar :
1. Mengakses link yang ada disini.
2. Memasukkan username dan password yang telah disediakan.
3. Pilih Started Quizzes
4. Pada bagian Started Quizzes, pilih Take
5. Kemudian, Klik Start Quiz
6. Setelah kuis muncul, kerjakan kuis dengan option maupun jawaban singkat sesuai dengan soal yang disediakan. Untuk melanjutkan kuis, pilih next page
7. Jika soal telah selesai dikerjakan, pilih submit quiz
8. Pilih log out untuk keluar dan/atau pilih review untuk memberi komentar pada soal yang dikerjakan. 
   
Anda dapat mengakses soal evaluasi disini 
username : albertus6202436 
password : p003

Selasa, 15 Maret 2016

Pengukuran

Peranan pengukuran dalam kehidupan sehari-hari sangat penting. Seorang tukang jahit pakaian mengukur panjang kain untuk dipotong sesuai dengan pola pakaian yang akan dibuat dengan menggunakan meteran pita. Penjual daging menimbang massa daging sesuai kebutuhan pembelinya dengan menggunakan timbangan duduk. Seorang petani tradisional mungkin melakukan pengukuran panjang dan lebar sawahnya menggunakan satuan bata, dan tentunya alat ukur yang digunakan adalah sebuah batu bata. Tetapi seorang sarjana mengukur lebar jalan menggunakan alat meteran kelos untuk mendapatkan satuan meter.

1. Pengukuran Besaran Panjang
Alat ukur yang digunakan untuk mengukur panjang benda haruslah sesuai dengan ukuran benda. Sebagai contoh, untuk mengukur lebar buku kita gunakan pengaris, sedangkan untuk mengukur lebar jalan raya lebih mudah menggunakan meteran kelos.

a. Pengukuran Panjang dengan Mistar
Penggaris atau mistar berbagai macam jenisnya, seperti penggaris yang berbentuk lurus, berbentuk segitiga yang terbuat dari plastik atau logam, mistar tukang kayu, dan penggaris berbentuk pita (meteran pita). Mistar mempunyai batas ukur sampai 1 meter, sedangkan meteran pita dapat mengukur panjang sampai 3 meter. Mistar memiliki ketelitian 1 mm atau 0,1 cm. Posisi mata harus melihat tegak lurus terhadap skala ketika membaca skala mistar. Hal ini untuk menghindari kesalahan pembacaan hasil pengukuran akibat beda sudut kemiringan dalam melihat atau disebut dengan kesalahan paralaks.

b. Pengukuran Panjang dengan Jangka Sorong
Bagaimanakah mengukur kedalaman suatu tutup pulpen? Untuk mengukur kedalaman tutup pulpen dapat kita gunakan jangka sorong. Jangka sorong merupakan alat ukur panjang yang mempunyai batas ukur sampai 10 cm dengan ketelitiannya 0,1 mm atau 0,01 cm. Jangka sorong juga dapat digunakan untuk mengukur diameter cincin dan diameter bagian dalam sebuah pipa. Bagian-bagian penting jangka sorong yaitu:
1. rahang tetap dengan skala tetap terkecil 0,1 cm
2. rahang geser yang dilengkapi skala nonius. Skala tetap dan nonius mempunyai selisih 1 mm.

Menggunakan Jangka Sorong



  1. Langkah pertama. Tentukan terlebih dahulu skala utama. Pada gambar terlihat skala nol nonius terletak di antara skala 2,4 cm dan 2,5 cm pada skala tetap. Jadi, skala tetap bernilai 2,4 cm.
  2. Langkah kedua. Menentukan skala nonius. Skala nonius yang berimpit dengan skala tetap adalah angka 7. Jadi, skala nonius bernilai 7 x 0,01 cm = 0,07 cm.
  3. Langkah ketiga. Menjumlahkan skala tetap dan skala nonius. Hasil pengukuran = 2,4 cm + 0,07 cm = 2,47 cm. Jadi, hasil pengukuran diameter baut sebesar 2,47 cm.
c. Pengukuran Panjang dengan Mikrometer Sekrup
Tahukah kamu alat ukur apa yang dapat digunakan untuk mengukur benda berukuran kurang dari dua centimeter secara lebih teliti? Mikrometer sekrup memiliki ketelitian 0,01 mm atau 0,001 cm. Mikrometer sekrup dapat digunakan untuk mengukur benda yang mempunyai ukuran kecil dan tipis, seperti mengukur ketebalan plat, diameter kawat, dan onderdil kendaraan yang berukuran kecil. Bagian-bagian dari mikrometer adalah rahang putar, skala utama, skala putar, dan silinder bergerigi. Skala terkecil dari skala utama bernilai 0,1 mm, sedangkan skala terkecil untuk skala putar sebesar 0,01 mm.

Menggunakan Mikrometer Sekrup


  1. Langkah pertama. Menentukan skala utama, terlihat pada gambar skala utamanya adalah 1,5 mm.
  2. Langkah kedua. Perhatikan pada skala putar, garis yang sejajar dengan skala utamanya adalah angka 29. Jadi, skala nonius sebesar 29 x 0,01 mm = 0,29 mm.
  3. Langkah ketiga. Menjumlahkan skala utama dan skala putar. Hasil pengukuran = 1,5 mm + 0,29 mm = 1,79 mm. Jadi hasil pengukuran diameter kawat adalah 1,79 mm.

2. Pengukuran Besaran Massa
Pernahkah kamu pergi ke pasar? Ketika di pasar kamu mungkin akan melihat berbagai macam alat ukur timbangan seperti dacin, timbangan pasar, timbangan emas, bahkan mungkin timbangan atau neraca digital. Timbangan tersebut digunakan untuk mengukur massa benda. Prinsip kerjanya adalah keseimbangan kedua lengan, yaitu keseimbangan antara massa benda yang diukur dengan anak timbangan yang digunakan. Dalam dunia pendidikan sering digunakan neraca O’Hauss tiga lengan atau dua lengan.

Menggunakan Neraca O’Hauss
Sekantong plastik terigu ditimbang dengan neraca O’Hauss tiga lengan. Posisi lengan depan, tengah, dan belakang dalam keadaan setimbang ditunjukkan pada gambar berikut ini.


Dari gambar dapat diketahui bahwa:
  • posisi anting depan 5,5 gram
  • posisi anting tengah 20,0 gram
  • posisi anting belakang 200,0 gram
Jadi, massa terigu adalah 225,5 gram

sumber : http://modulfisika.blogspot.co.id/2010/02/kelas-vii-pengukuran.html

Rabu, 24 Februari 2016

The Beginning

Siapa sih yang enggak pernah berhubungan dengan alam? bahkan setiap hari kehidupan kita tak lepas dengan lingkungan alam. di kota maupun di desa, di darat maupun di laut, di ujung jalan maupun di sudut hati yang paling dalam sekalipun. 
Selain bersosialisasi dengan manusia, kita pun perlu bersosialisasi dengan lingkungan alam sekitar. bahkan kini gaya hidup manusia yang haus akan traveling, kemudian cekrek sana cekrek sini, aplot! di tempat-tempat rekreasi alam yang menyejukan dan unik. 
Dari tempat yang biasa saja pun bisa menjadi hitz dan kekinian. alam memang indah bukan? ^^

Sumber : www.pledgeme.co.nz


Hal-hal yang berhubungan dengan alam, makhluk hidup, bumi, beserta seluruh isi luar angkasa akan dikaji melalui bidang kajian ilmu yakni IPA atau Science. Di jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama, IPA mencangkup ilmu pengetahuan alam terpadu. Bidang kajiannya yakni Biologi dan Fisika sedangkan di jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas, IPA mencangkup ilmu pengetahuan yang bidang kajiannya sudah di beda-bedakan seperti mata pelajaran Biologi, Fisika, dan Kimia.


Selain itu, Science tidak hanya mengenai mata pelajaran saja namun ilmu science dapat diterapkan ke kehidupan sehari-hari bahkan dengan science kita dapat mempraktikan sesuatu yang sebelumnya kita belum tahu.



Salah satu penerapan ilmu Science yang dikembangkan dapat menciptakan produk baru dari bahan-bahan sekitar yang bisa ditemukan di lingkungan sekitar. Misalnya, penggunaan minyak jelantah yang sudah tidak bisa digunakan kembali untuk menggoreng dapat diolah menjadi pembersih lantai. Penemuan produk tersebut dapat dilihat di sini.

Pelajari Ilmu Science di sini